Super Lutein, Naturally Plus

 

Posts Tagged ‘pelangsing herbal’

Penyebab Kanker Usus: Bakteri Resmi Jadi ‘Tersangka’ Penyebab Kanker Usus

Penyebab Kanker Usus:

Super Lutein, S Lutena: Anti Kanker No.1 di JepangBoston, Selama ini kanker usus lebih banyak dikaitkan dengan pilihan menu makan yang tidak sehat, khususnya yang kurang memiliki serat. Kini peneliti menemukan ‘tersangka’ lain yang bisa memicu kanker usus, yakni infeksi bakteri Fusobacterium.

Untuk pertama kalinya, para peneliti dari Dana-Farber Cancer Institute di Boston dan Simon Fraser University di Kanada mengungkap adanya hubungan antara kanker usus dengan infeksi bakteri. Pada penderita kanker usus, jumlah bakteri Fusobacterium di usus cenderung meningkat.

Belum dipastikan apakah peningkatan bakteri itu merupakan pemicu langsung terjadinya kanker usus, atau sebaliknya kanker usus menyebabkan populasi Fusobacterium meningkat. Namun demikian, pada intinya kedua kemungkinan itu sama-sama sangat berharga dalam penanganan kanker usus.

Jika benar Fusobacterium merupakan penyebab langsung kanker usus, maka kelak kanker usus tidak harus diradioterapi ataupun dikemoterapi melainkan cukup diobati dengan antibiotik. Vaksin pencegah kanker usus juga bisa dibuat jika memang pemicunya adalah mikroorganisme.

» Read more: Penyebab Kanker Usus: Bakteri Resmi Jadi ‘Tersangka’ Penyebab Kanker Usus

Penyakit Hepatitis: Jangan Sepelekan Hepatitis

Obat Penyakit HepatitisPenyakit Hepatitis:

Kompas.com – Virus hepatitis B dapat menyerang siapa saja, mulai dari bayi hingga orang dewasa. Jika tidak diobati dengan tuntas, penyakit ini dapat menjadi kronik dan berisiko tinggi berkembang menjadi kanker hati yang mengancam keselamatan jiwa penderita.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan, hingga saat ini sekitar dua miliar orang terinfeksi virus hepatitis B di seluruh dunia dan 350 juta orang di antaranya berlanjut jadi infeksi hepatitis B kronis.

Diperkirakan, 600.000 orang meninggal dunia per tahun karena penyakit itu. Di Indonesia, angka kejadian infeksi hepatitis B kronis diperkirakan mencapai 5-10 persen dari jumlah penduduk.

Hepatitis B termasuk pembunuh diam-diam karena banyak orang yang tidak tahu dirinya terinfeksi sehingga terlambat ditangani dan terinfeksi seumur hidup. Kebanyakan kasus infeksi hepatitis B bisa sembuh dalam waktu enam bulan, tetapi sekitar 10 persen infeksi bisa berkembang menjadi infeksi kronis.

» Read more: Penyakit Hepatitis: Jangan Sepelekan Hepatitis

Penyakit Kanker Hati: Hepatitis Perbesar Risiko Kanker Hati

Penyakit Kanker Hati:

Obat Penyakit Kanker Hati: Super Lutein, S Lutena, Naturally Plus IndonesiaJakarta, Kompas — Risiko kanker hati orang dengan virus hepatitis B dan C bisa seratus kali lipat lebih tinggi dibandingkan orang tanpa virus itu. Risiko bisa dikurangi, antara lain dengan mengecek keberadaan virus hepatitis B dan C dalam tubuh.

”Orang yang tak terinfeksi hepatitis B dan C kecil kemungkinan kanker hati,” ujar dr Tan Yu-Meng MBBS, FRCS, ahli bedah hati dari RS Gleneagles, Singapura, pada dialog kesehatan ”Berbagai Kelainan Penyakit Hati” di Jakarta, Sabtu (19/3).

Pengecekan virus hepatitis B dan C hanya dapat dilakukan dengan tes darah di laboratorium. Jika ada infeksi virus dalam tubuh, Yu-Meng menilai orang itu wajib cek kesehatan hati dengan ultrasonografi (USG) dan cek darah setidaknya enam bulan sekali. ”Ini untuk deteksi awal kanker atau gangguan berat hati lainnya. Kalau ada kecurigaan, dapat dilakukan magnetic resonance imaging (MRI),” ujarnya.

Deteksi dini sangat penting karena gangguan berat hati—seperti kanker hati dan pengerasan hati—umumnya baru diketahui setelah fungsi hati di bawah sekitar 30 persen. Saat itulah orang mulai mengeluh, seperti berat badan merosot, mudah lelah, nafsu makan menurun, dan pencernaan memburuk.

» Read more: Penyakit Kanker Hati: Hepatitis Perbesar Risiko Kanker Hati

Obat Penyakit Liver: Kelamnya Coklat Hitam, Titik Terang bagi Penderita Penyakit Liver

Obat Penyakit Liver:

Obat Penyakit Liver & Hepatitis: Super Lutein, S LutenaMengonsumsi coklat dalam batas yang wajar semakin banyak diketahui menuai bermacam manfaat. Selain memperbaiki mood, mengkonsumsi coklat diyakini membantu tubuh merekondisikan diri termasuk untuk penderita penyakit liver alias hati. Tapi, coklat jenis apa yang bermanfaat?
Seperti diketahui, produk coklat cukup beraneka ragam. Misalnya, ada coklat susu yang merupakan adonan coklat manis, coklat putih dan coklat hitam atau sering disebut coklat pahit.
Sejumlah penelitian menunjukan, setiap jenis coklat mengandung kadar anti oksidan tinggi. Akan tetapi, bagi pasien yang menderita gangguan hati, maka dark chocolate alias coklat berwarna gelap atau dikenal dengan coklat hitam, jauh lebih bermanfaat.

Hasil penelitian mengungkap, coklat hitam mengandung banyak manfaat kendati dikonsumsi sedikit dan peneliti percaya, coklat hitam mampu membantu tubuh memperbaiki hati yang rusak.
Pada pasien dengan gangguan hati, coklat hitam memperbaiki pembuluh darah yang rusak sebagai akibat dari konsumsi minuman keras yang berlebihan atau penyakit. Coklat hitam juga dikategorikan "makanan super" lantaran mengandung anti oksidan yang  berhubungan dengan resiko penyakit jantung dan stroke.

» Read more: Obat Penyakit Liver: Kelamnya Coklat Hitam, Titik Terang bagi Penderita Penyakit Liver