Super Lutein, Naturally Plus

 

Posts Tagged ‘anak autisme’

Anak Autis: Pantangan Buat Anak Autis

Anak Autis:

penyakit autis, anak autis, autis, obat sakit autis, terapi anak autis, penanganan anak autis, gejala anak autis, pengertian autis, kasus anak autis, penyebab autis, menangani anak autis, ciri-ciri anak autis, anak autis adalah, anak autisme, karakteristik anak autis, autis pada anak, mengatasi anak autis, penyembuhan anak autis, penyebab anak autis, menghadapi anak autis, penyebab penyakit autis, autisme, pengertian anak autis, tanda tanda anak autis, makanan anak autis, pendidikan anak autis, ciri2 anak autis, sekolah anak autis, kelebihan anak autis, autisma, ciri-ciri penyakit autis, psikologi anak autis, autisme indonesia, menu anak autis, pengertian penyakit autis, pantangan anak autis, penyakit autis adalahJakarta, Ahli gizi telah mengatakan bahwa autisme diduga berhubungan dengan lingkungan, gen dan makanan. Untuk menyediakan gizi seimbang dan nutrisi yang baik bagi perkembangan otak, anak autis perlu banyak memakan makanan yang mengandung omega 3 dan mineral.

Beberapa ahli gizi menganjurkan untuk berpantang dari makanan yang mengandung gluten dan kasein. Sebenarnya belum ada penelitian yang jelas mengenai dampak pola makan ini terhadap gejala autis. Namun banyak orangtua yang mengklaim pola makan ini efektif mengurangi gejala autis pada anaknya.

Seperti dilansir LiveStrong.com, Senin (2/4/2012), berikut adalah jenis makanan yang harus dipantang oleh penderita autis:

Gluten
Gluten adalah protein yang terkandung dalam gandum, barley dan tepung terigu. Kelompok advokasi autisme bernama Talk About Curing Autism (TACA) merekomendasikan orangtua dengan anak autis untuk membaca label makanan dengan hati-hati dan menghindari asupan gluten.

TACA juga merekomendasikan untuk menghindari millet dan oat karena diolah di dekat pengolahan gluten dan besar kemungkinannya telah terkontaminasi. Baik barley, millet dan oat merupakan bahan yang banyak digunakan dalam sereal.

Karena gluten banyak mengandung vitamin dan serat, menerapkan pola makan anti gluten akan memerlukan panduan ketat dari ahli gizi dan dokter agar anak autis tetap mendapat nutrisi yang cukup.

Kasein
Kasein adalah protein yang ditemukan pada banyak produk makanan. Semua produk susu mengandung kasein termasuk keju, yoghurt, susu sapi, susu kambing, susu domba dan bahkan ASI. Kasein sama seperti gluten, diduga mempengaruhi proses metabolisme pada individu autis.

Menurut TACA, mengkonsumsi makanan yang mengandung bahan ini menyebabkan gejala sulit berkomunikasi dan sulit melakukan kontak sosial. Menghindari asupan kasein dari makanan harus dilakukan secara hati-hati karena dapat menyebabkan tubuh kekurangan nutrisi berharga seperti kalsium dan vitamin C.

» Read more: Anak Autis: Pantangan Buat Anak Autis

:: Incoming search terms for the article:
obat herbal untuk anak autis

Anak Autis Punya Otak Lebih Besar dan Sel Saraf Lebih Banyak

otak anak autis, anak autis, sifat anak autis, perkembangan otak anak, nutrisi otak anak, terapi anak autis, pengertian autis, perkembangan otak bayi, ciri-ciri anak autis, perkembangan anak, nutrisi otak, penyebab anak autis, tanda-tanda anak autis, gejala anak autis, anak autisme, pendidikan anak autis, makanan anak autis, anak autis adalah, autis pada anak, ciri-ciri anak autisme, nutrisi otak bayi, pertumbuhan otak anak, merangsang perkembangan otak bayiJakarta, Meski memiliki gangguan dalam komunikasi, perkembangan mental dan sosial anak autis mempunyai banyak kelebihan. Anak autis memiliki bobot otak yang lebih besar dan jumlah sel saraf otak prefrontal 67 persen lebih banyak daripada anak-anak normal.

Itulah yang membuat anak autis banyak yang cerdas di atas rata-rata meskipun mengalami gangguan perkembangan yang ditandai dengan adanya masalah pada interaksi sosial, komunikasi verbal dan nonverbal, serta ketertarikan dan perilaku yang terbatas.

Anak-anak autis diketahui memiliki gangguan saraf, termasuk di daerah korteks prefrontal yang berperan dalam komunikasi, perkembangan mental, dan sosial.
Tapi sebuah penelitian kecil menemukan bahwa anak laki-laki autis memiliki bobot otak yang lebih besar dan jumlah sel saraf otak prefrontal 67% lebih banyak daripada anak-anak normal. Penelitian ini membandingkan 7 anak autisme dengan 6 anak sehat berusia 2 hingga 16 tahun.

» Read more: Anak Autis Punya Otak Lebih Besar dan Sel Saraf Lebih Banyak

:: Incoming search terms for the article:
kisah anak yang menderita kelainan di area prefrontal