Super Lutein, Naturally Plus

 

Archive for the ‘:: Penyakit Kanker’ category

Makanan Anti Kanker: Brokoli, Pelawan Kanker Sahabat Wanita

Makanan Anti Kanker:brokoli-sayuran-anti-kanker

Kompas.com — Beberapa jenis sayur dan buah telah terbukti mampu mencegah penyebaran sel kanker, salah satu yang tak terkalahkan adalah brokoli. Sayuran berwarna hijau pekat ini memiliki kandungan antioksidan yang membantu menetralisir senyawa karsinogen.

Brokoli mengandung zat-zat yang merangsang detoksifikasi enzim yang membantu tubuh secara alami melenyapkan penyebab kanker dan toksin yang berbahaya.

» Read more: Makanan Anti Kanker: Brokoli, Pelawan Kanker Sahabat Wanita

Penyakit Kanker: Doyan lkan Asin Berisiko Kanker

Penyakit Kanker:penyakit-kanker

JAKARTA, KOMPAS.com — Beberapa penelitian menunjukkan, mengonsumsi ikan asin menjadi salah satu faktor penyebab timbulnya kanker atau karsinoma nasofaring.  Salah satu zat yang terkandung dalam ikan asin yang disebut nitrosamin adalah faktor pemicunya.

“Nitrosamin adalah suatu zat yang karsinogenik, yang dapat menyebabkan kanker,” ujar Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Prof dr Bambang Hermani, Sp. THT-KL (K), Rabu (1/6/2011) di Jakarta.

Zat nitrosamin akan muncul dalam proses pengasinan dan penjemuran ikan asin di bawah terik matahari.  Sinar matahari akan bereaksi dengan nitrit (hasil perombakan protein) pada daging ikan sehingga membentuk senyawa nitrosamin.

Karsinoma nasofaring (KNF) adalah jenis tumor ganas daerah kepala dan leher yang paling banyak ditemukan di Indonesia. Berdasarkan urutannya di kawasan Asia, kasus nasofaring paling banyak ditemukan di negara China bagian selatan, Hongkong, Vietnam, Thailand, Malaysia, dan Indonesia.

» Read more: Penyakit Kanker: Doyan lkan Asin Berisiko Kanker

Penyakit Kanker Pankreas: “Mengharukan…Ilmuwan Itu Meninggal karena Kanker Sebelum Sempat Tahu Dirinya Terima Nobel Tahun Ini”

Penyakit Kanker Pankreas:kanker-pankreas

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK – Ralph Steinman, pakar ilmu kedokteran dari Rockefeller University di New York, menyerah pada kanker. Ia menghembuskan nafas terakhirnya hanya tiga hari sebelum Komite Nobel menelepon bahwa dirinya menerima Penghargaan Nobel tahun ini.

Steinman yang merupakan kelahiran Kanada memenangkan hadiah Nobel untuk penemuan obat-obatan yang digunakannya sendiri untuk mengobati dirinya dari penyakit kanker. Koleganya di Rockefeller University mengatakan ia telah lama hidup dengan terapi baru berdasarkan  penelitiannya, yaitu dengan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
Steinman, yang penelitiannya memberikan kontribusi untuk peluncuran  vaksin pertama yang disetujui untuk membunuh tumor, bekerja sampai hari terakhirnya, rekannya mengatakan.

Dokter berusia 68 tahun ini diketahui menderita kanker pankreas stadium sangat lanjut empat tahun lalu. Komite Nobel tidak diberi tahu sampai jam setelah mengumumkan penghargaan 2011 bagi Steinman dan dua orang lain untuk bidang kedokteran.

» Read more: Penyakit Kanker Pankreas: “Mengharukan…Ilmuwan Itu Meninggal karena Kanker Sebelum Sempat Tahu Dirinya Terima Nobel Tahun Ini”

Duduk Lama Terkait dengan 173.000 Kasus Kanker

makanan panggang, makanan pemicu kanker, penyebab kanker, makanan penyebab kanker, pengertian kanker, penyebab kanker mulut, penyebab kanker usus, apa penyebab kanker, penyebab kanker darah, penyebab kanker servik, penyebab kanker hati, gejala kanker serviks, penyebab tumor, penyebab kanker kulit, penyebab kanker tulang, penyebab kanker paru-paru, faktor penyebab kanker, kanker serviks, gejala kanker usus, kanker tulang, cara mencegah kanker, penyebab kanker payudarah, penyebab kanker pankreas, penyebab terjadinya kanker, gejala kanker servik, tumor, kanker mulut rahim, kanker nasofaring, kanker serviks gejala, makanan penyebab diabetes, gejala kanker mulut rahim, penyebab kanker paru2, gejala kanker leher rahim, cara mengobati kanker otak, kapsul keladi tikus, gejala kanker lambung, makanan kanker, pencegahan kanker rahim, mengobati kanker, cara mengobati kanker, mengobati kanker serviks, gejala kanker servix, gejala kanker pankreas, cara mengobati kanker serviks, keladi tikus kapsul, cara mengobati kanker rahim, cara mengatasi kanker, sirsak penyembuh kanker, cara mengatasi kanker otak, cara penyembuhan kanker, daun sirsak penyembuh kanker, adioterapi kanker, penyembuhan tumor otak, terapi kanker serviks, obatkanker, cara mengobati kanker hati, cara mengobati penyakit kanker, gejala kanker kandungan, cara menyembuhkan kanker, cara mengatasi kanker rahim, kanker nasofaring gejala, cara mengobati tumor otakJakarta, Di zaman teknologi seperti saat ini, hampir segala sesuatu bisa dilakukan lewat komputer dan internet. Cukup duduk dan mengklik mouse, maka segala pekerjaan akan selesai. Tapi coba hitung berapa banyak waktu yang dihabiskan untuk duduk dalam sehari. Jika ternyata sebagian besar waktu dihabiskan untuk duduk, maka kita sebaiknya mulai waspada.

"Aktivitas fisik berupa duduk terkait dengan sebanyak 49.000 kasus kanker payudara dan 43.000 kasus kanker usus selama setahun di Amerika Serikat. Menurut penelitian kami, kanker payudara dan usus besar nampaknya menjadi kanker yang paling dipengaruhi oleh aktivitas fisik," kata Christine Friedenreich, ahli epidemiologi di Health Services-Cancer Care di Kanada dalam konferensi American Institute for Cancer Research (AICR) seperti dikutip LiveScience, Jumat (4/11/2011).

» Read more: Duduk Lama Terkait dengan 173.000 Kasus Kanker

Makanan Pemicu Kanker: Awas! Makanan yang Dipanggang Picu Risiko Kanker Dua Kali Lipat

Makanan Pemicu Kanker:

makanan panggang, makanan pemicu kanker, penyebab kanker, makanan penyebab kanker, pengertian kanker, penyebab kanker mulut, penyebab kanker usus, apa penyebab kanker, penyebab kanker darah, penyebab kanker servik, penyebab kanker hati, gejala kanker serviks, penyebab tumor, penyebab kanker kulit, penyebab kanker tulang, penyebab kanker paru-paru, faktor penyebab kanker, kanker serviks, gejala kanker usus, kanker tulang, cara mencegah kanker, penyebab kanker payudarah, penyebab kanker pankreas, penyebab terjadinya kanker, gejala kanker servik, tumor, kanker mulut rahim, kanker nasofaring, kanker serviks gejala, makanan penyebab diabetes, gejala kanker mulut rahim, penyebab kanker paru2, gejala kanker leher rahim, cara mengobati kanker otak, kapsul keladi tikus, gejala kanker lambung, makanan kanker, pencegahan kanker rahim, mengobati kanker, cara mengobati kanker, mengobati kanker serviks, gejala kanker servix, gejala kanker pankreas, cara mengobati kanker serviks, keladi tikus kapsul, cara mengobati kanker rahim, cara mengatasi kanker, sirsak penyembuh kanker, cara mengatasi kanker otak, cara penyembuhan kanker, daun sirsak penyembuh kanker, adioterapi kanker, penyembuhan tumor otak, terapi kanker serviks, obatkanker, cara mengobati kanker hati, cara mengobati penyakit kanker, gejala kanker kandungan, cara menyembuhkan kanker, cara mengatasi kanker rahim, kanker nasofaring gejala, cara mengobati tumor otakREPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Banyak orang senang menikmati makanan yang dipanggang dan ada banyak restoran yang menyajikan hidangan makanan dengan cara dipanggang. Tetapi, para ilmuwan mengatakan bahwa pilihan terhadap makanan yang terolah itu dapat memberikan dampak buruk bagi kesehatan.

Dibandingkan dengan yang direbus, memasak makanan dengan memanggang bisa meningkatkan risiko kanker hingga dua kali lipat, meskipun dagingnya dimasak hingga matang. Para ilmuwan menemukan bahwa daging yang dipanggang atau digoreng menyebabkan mutasi karsinogenik pada permukaan makanan itu.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Institut kesehatan publik Norwegia menguji tikus sebagai percobaannya yang diharapkan merefleksikan kondisi serupa pada manusia. Mereka menemukan bahwa manusia memiliki enzim tertentu yang disebut sulfotransferases (sult) dalam beberapa bagian dari tubuh mereka. Di tikus, enzim ini hanya ada pada hati.

» Read more: Makanan Pemicu Kanker: Awas! Makanan yang Dipanggang Picu Risiko Kanker Dua Kali Lipat

Bahaya Merokok Bagi Kesehatan: Tanpa Dirokok, Tembakau Sudah Bisa Sebabkan Kanker

Bahaya Merokok Bagi Kesehatan:

bahaya merokok, bahaya rokok, resiko merokokJakarta, Merokok telah dilarang di beberapa negara maju. Untuk mengakalinya, beberapa produsen membuat produk tembakau yang tidak dibakar atau tembakau non rokok. Produk ini tidak menghasilkan asap dan dikonsumsi dengan cara dikunyah. Beberapa produk juga ada yang disediakan dalam bentuk cair.

Meskipun tidak dibakar, tembakau non rokok masih berbahaya bagi kesehatan. Suatu bahan kimia dalam tembakau ditemukan dapat menyebabkan kanker. Bahan kimia ini merupakan bahan kimia kuat yang dapat memicu munculnya tumor.

"Bahan kimia dalam tembakau yang dapat menyebabkan kanker tanpa harus dibakar adalah (S)-n’-nitrosonornicotine atau (S)-NNN. Bahan ini dapat menyebabkan kanker mulut," kata Silvia Balbo, peneliti kanker di University of Minnesota seperti dilansir LiveScience, Selasa (3/4/2012).

Balbo dan rekan-rekannya memberikan (S)-NNN kepada 24 ekor tikus. Dosis total yang diberikan kurang lebih setara dengan jumlah (S)-NNN yang diterima pengguna tembakau non rokok akibat menggunakan produk ini. Seluruh tikus yang diberikan (S)-NNN akhirnya mengidap tumor esofagus dan tumor oral, kemudian meninggal dalam waktu 17 bulan.

Balbo mengatakan bahwa temuan ini menegaskan produk tembakau harus dihindari. Produk tembakau non rokok sebaiknya menyertakan label peringatan yang mengatakan produk dapat menyebabkan kanker. Secara garis besar, penelitian ini mendukung rekomendasi Food and Drug Administration di Amerika Serikat bahwa tidak alternatif yang aman untuk merokok.

Penelitian sebelumnya juga telah menyarankan bahwa sekelompok zat kimia dalam tembakau yang disebut nitrosamine dapat menyebabkan berbagai jenis kanker pada hewan. Tetapi belum ada penelitian yang melihat pengaruh kanker yang diakibatkan dari (S)-NNN secara spesifik.

» Read more: Bahaya Merokok Bagi Kesehatan: Tanpa Dirokok, Tembakau Sudah Bisa Sebabkan Kanker

Tes Urine untuk Deteksi Awal Kanker

tes urine, deteksi awal kanker, deteksi kanker, tes urine untuk deteksi kanker, gejala sakit kankerEdinburgh, Beberapa jenis kanker bisa dideteksi dengan melakukan berbagai tes. Kini studi menemukan sebuah tes urine (air seni) sederhana yang bisa digunakan untuk mendeteksi kanker tertentu pada stadium awal.

Peneliti mengungkapkan protein yang ditemukan dalam air seni pasien dengan kanker perut, kanker usus dan pankreas bisa membantu mendiagnosis penyakit tersebut bahkan pada orang yang belum menemukan gejala.

"Jika kanker bisa didiagnosis secara dini maka kemungkinan untuk bertahan hidupnya lebih meningkat," ujar ketua studi Dr Holger Husi dari University of Edinburgh, seperti dikutip dari Dailymail, Jumat (10/6/2011).

Dr Husi menuturkan tujuan dari penelitian ini adalah membantu mendiagnosis kanker lebih awal sehingga memungkinkan dokter untuk mengobati penyakit tersebut sebelum ia menyebar ke organ lainnya.

"Sebagian besar pasien kanker didiagnosis ketika sudah tidak bisa lagi dilakukan operasi dan masuk ke dalam stadium lanjut, sedangkan jika dalam stadium dini bisa dilakukan operasi atau kemoterapi yang memungkinkan pasien untuk sembuh," ungkapnya.

» Read more: Tes Urine untuk Deteksi Awal Kanker