Super Lutein, Naturally Plus

 

Archive for the ‘:: Penyakit Kanker Payudara’ category

Penyakit Kanker Payudara: Interval Melahirkan Pengaruhi Kanker Payudara

Penyakit Kanker Payudara: operasi-kanker-payudara

KOMPAS.com – Jeda antarkelahiran anak mungkin memengaruhi kanker payudara. Demikian hasil laporan sebuah penelitian dalam British Journal of Cancer.

Penelitian itu memperlihatkan pengaruh interval kelahiran pada 29.488 perempuan di Finlandia. Perempuan dengan jarak melahirkan yang kurang dari 12 bulan, memiliki resiko kanker lima kali lebih besar dibanding perempuan yang memiliki jarak tiga tahun ke atas.

"Hasil penelitian tidak serta merta mendiagnosis positif atau memberi vonis seorang wanita terkena kanker. Tapi memperlihatkan risiko yang lebih tinggi," ungkap Josephine Querido, peneliti dari Cancer Research UK.

» Read more: Penyakit Kanker Payudara: Interval Melahirkan Pengaruhi Kanker Payudara

Penyakit Kanker Payudara: Satu dari 10 Wanita Menderita Kanker Payudara

Penyakit Kanker Payudara:Super Lutein: Operasi kanker payudara

JAKARTA, KOMPAS.com – Satu dari 10 wanita diperkirakan menderita kanker payudara, yang disebabkan oleh gaya hidup modern. Kanker payudara merupakan kanker kedua terbanyak di Indonesia, setelah kanker serviks.

Prof Tan Yah Yuen dari Singapura mengatakan, pendekatan baru operasi kanker payudara termasuk pengangkatan payudara dengan mempertahankan puting susu. Konservasi payudara ini dimungkinkan dengan bantuan pemeriksaan Sentinel Lymph Node, menggunakan gamma kamera SPECT yang bisa secara tepat melihat penyebaran sel kanker di kelenjar getah bening yang terjangkit saja. Fasilitas ini sudah tersedia di RS MRCCC Siloam Jakarta.

» Read more: Penyakit Kanker Payudara: Satu dari 10 Wanita Menderita Kanker Payudara

:: Incoming search terms for the article:
pelayan kesehatan kanker di siloam tanggerang,survival kanker banjarmasin,ca cervix chemoradiasi vs radiasi respon,dokter encologist kangker payudara,dr kanker payudara di rs siloam tangerang,rekomendasi dokter ahli kanker payudara di rs siloam

Kanker Payudara: Kanker Payudara Kian Mengancam

Kanker Payudara:penyakit-kanker-payudara

KANKER payudara tampaknya makin menakutkan saja bagi para wanita. Mereka yang berpotensi mengalami penyakit ini diprediksikan akan terus meningkat.  Bila tidak ada perbaikan signifikan dari faktor gaya hidup dan kemajuan teknik pengobatan,  para ahli memperkirakan pada tahun 2024 nanti satu dari tujuh wanita akan terkena kanker payudara.

Proyeksi bakal meningkatnya jumlah penderita kanker payudara diungkap sebuah riset terbaru para ahli dari Genesis Breast Cancer Prevention Centre di Manchester, Inggris.  Riset menyebutkan, faktor gaya hidup menjadi kunci dalam  perkembangan kanker ini. Penelitian juga menyatakan, risiko para wanita yang membawa sejenis gen pemicu kanker payudara di Inggris telah meningkat secara dramatis dalam 60 tahun terakhir. 

Di Inggris, saat ini diproyeksikan satu dari 10 wanita  mengalami penyakit kanker payudara menjelang usia 80 tahun. Peneliti memperkirakan proyeksi ini akan meningkat menjadi satu dari tujuh wanita mengalami kanker  dalam 16 tahun mendatang.

» Read more: Kanker Payudara: Kanker Payudara Kian Mengancam

Kanker Payudara: Cegah Kanker Payudara, SADARI Sekarang!

Penyakit Kanker Payudara:penyakit-kanker-payudara

Bolehlah bila kanker payudara disebut sebagai momok bagi kaum wanita karena kanker ini akan terus menghantui sepanjang hidupnya. Apa yang bisa kita lakukan? Lakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI).

Di Indonesia, jumlah penderita kanker payudara masih menduduki tingkat kedua setelah kanker mulut rahim. Namun, data di Rumah Sakit Kanker Dharmais tahun 2003 menemukan bahwa kasus kanker payudara sudah melebihi jumlah kanker mulut rahim (serviks).

Menurut dr Noorwati Sutandyo, SpPD, kanker payudara adalah tumbuhnya sel abnormal di payudara yang tidak mengenal batas volume serta bisa menyebar. “Benjolan di payudara disebut jinak jika tetap di situ, dan ganas jika menjalar ke tempat lain, seperti ke paru-paru, hati, tulang, atau otak,” kata dokter yang menjadi staf pengajar di Subbagian Hematologi-Onkologi Klinik FKUI/RSCM.

» Read more: Kanker Payudara: Cegah Kanker Payudara, SADARI Sekarang!

:: Incoming search terms for the article:
pengaruh pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) di Lhokseumawe,video pemeriksaan sadari

Kanker Payudara Pria: Kanker Payudara Pria Selalu Telat Diagnosis

Kanker Payudara Pria:penyakit-kanker-payudara-pria

SIAPA bilang pria tidak mungkin terkena kanker payudara? Ya, pria juga dapat mengidap kanker payudara karena sama-sama memiliki jaringan payudara. Bahkan, menurut penelitian terbaru, penyakit kanker pada kaum Adam ini sering kali ditemukan sudah dalam stadium lanjut karena terlambat diagnosis.

Dr Marina Garassino dari University of Study di Milan, Italia, menyimpulkan bahwa kasus kanker payudara pada pria kerap ditemukan dalam kondisi parah. Kesimpulan itu diambilnya setelah menganalisis catatan kesehatan 146 pria pengidap kanker payudara yang berusia rata-rata 62 tahun.
Dalam laporan risetnya, Garassino menyebutkan sepertiga pria ditemukan mengidap kanker payudara stadium lanjut ketika mereka memeriksakan diri ke dokter.
“Ini tidak sama dengan para perempuan. Pada perempuan, persentase stadium lanjut kurang dari 10 persen,” ujarnya.

» Read more: Kanker Payudara Pria: Kanker Payudara Pria Selalu Telat Diagnosis

:: Incoming search terms for the article:
angka kejadian ca payudara di palangkaraya tahun 2008 sampai 2012,angka kejadian kanker payudara di indonesia tahun 2012,berapakah prosentase terjangkitnya kanker payudara pada wanita yang menikah?,grafik angka kejadian kanker payudara di indonesia tahun 2011,prosentase kanker payudara pada pria di indonesia

Penyakit Kanker Payudara: Perempuan, Waspadai Benjolan di Payudara Anda!

Penyakit Kanker Payudara: penyakit-kanker-payudara

KAUM perempuan perlu mewaspadai jika menemukan adanya benjolan pada bagian payudaranya. Sebab, benjolan itu bisa jadi salah satu gejala terjangkitnya kanker payudara. Untuk memastikan apakah benjolan itu merupakan tumor ganas atau tidak, maka penderita perlu segera memeriksakan diri dengan mammografi.

“Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini kanker payudara harus ditingkatkan melalui penyuluhan yang terus-menerus,” kata Ahli bedah-onkologi dari Rumah Sakit Kanker Dharmais Sutjipto, dalam diskusi terbatas, di Jakarta, Rabu (16/7). Kanker payudara sebenarnya bisa disembuhkan jika terdeteksi sejak dini melalui pemeriksaan klinik dan mammografi.

Kanker payudara merupakan keganasan yang berasal dari kelenjar, saluran kelenjar dan jaringan penunjang payudara. Dalam beberapa tahun terakhir ini, kelompok usia penderita makin muda, bahkan ada yang berusia di bawah 30 tahun. Ini dipicu pola hidup yang tidak sehat seperti kegemaran merokok dan konsumsi makanan siap saji, ujarnya menambahkan .

» Read more: Penyakit Kanker Payudara: Perempuan, Waspadai Benjolan di Payudara Anda!

:: Incoming search terms for the article:
mammografi ada kah di rumah sakit ibu dan anak banda aceh

Gejala, Penyebab, Obat: Penyakit Kanker Payudara

Gejala, Penyebab, Obat: Penyakit Kanker Payudara

penyakit-kanker-payudara-2 Kanker Payudara adalah suatu penyakit dimana terjadi pertumbuhan berlebihan atau perkembangan tidak terkontrol dari sel-sel (jaringan) payudara, Hal ini bisa terjadi terhadap wanita maupun pria. Dari seluruh penjuru dunia, penyakir kanker payudara (Breast Cancer/Carcinoma mammae) diberitakan sebagai salah satu penyakit kanker yang menyebabkan kematian nomer lima (5) setelah ; kaker paru, kanker rahim, kanker hati dan kanker usus.

# Penyebab Penyakit Kanker Payudara

Penyakit kanker payudara terbilang penyakit kanker yang paling umum menyerang kaum wanita, meski demikian pria pun memiliki kemungkinan mengalami penyakit ini dengan perbandingan 1 di antara 1000. Sampai saat ini belum diketahui secara pasti apa yang menyebabkan kanker ini terjadi, namun beberapa faktor kemungkinannya adalah :

1. Usia, Penyakit kanker payudara meningkat pada usia remaja keatas.

2. Genetik, Ada 2 jenis gen (BRCA1 dan BRCA2) yang sagat mungkin sebagai resiko. Jika ibu atau saudara wanita mengidap penyakit kanker payudara, maka anda kemungkinan memiliki resiko kanker payudara 2 kali lipat dibandingkan wanita lain yang dalam keluarganya tidak ada penderita satupun.

3. Pemakaian obat-obatan, Misalnya seorang wanita yang menggunakan therapy obat hormon pengganti {hormone replacement therapy (HRT)} seperti Hormon eksogen akan bisa menyebabkan peningkatan resiko mendapat penyakit kanker payudara.

4. Faktor lain yang diduga sebagai penyebab kanker payudara adalah; tidak menikah, menikah tapi tidak punya anak, melahirkan anak pertama sesudah usia 35 tahun, tidak pernah menyusui anak.

Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa penyakit kanker payudara meningkat pada orang yang sering menghadapi kondisi stress (goncangan jiwa) dan juga bagi wanita yang sebelumnya mengalami menstruasi dibawah usia 11 tahun.

» Read more: Gejala, Penyebab, Obat: Penyakit Kanker Payudara

:: Incoming search terms for the article:
nyeri disekitar payudara,alamat pengobatan alternatif kelenjar getah bening dipalembang,Rsa skit yg dialami pykit kanker pyudara,Rasa nyeri disekitar payudara dan puting,propil RSHS 2012 propinsi riau tentang kanker,kasus kanker leher rahim di rumah sakit hasan sadikin,jenis - jenis kanker yang diderita remaja di RSHS,gejala yg dialami penderita kanker payudara,gejala yang sering dialami oleh penyakit kanker payudara,gambaran faktor predisposisi ibu dengan kanker serviks di rshs tahun 2012,dokter spesialis penyakit kanker kandungan di surabaya,dokter kandungan herman susanto bandung,data tabel perbandingan penderita kanker serviks,Cara pengobatan kanker servikrs,berobat kista dengan prof herman susanto,angka kejadian kista ovarium di indonesia tahun 2012 (RSHS),sakit di skitar payudara

Penyakit Kanker Payudara: 11 Faktor Risiko Kanker Payudara

Penyakit Kanker Payudara:

Kanker payudara adalah kanker wanita paling umum nomor satu dan pembunuh nomor dua di Indonesia (setelah kanker leher rahim). Menurut data Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) Kementerian Kesehatan pada tahun 2007, kanker payudara menempati urutan pertama jumlah pasien rawat inap kanker di seluruh RS di Indonesia (16,85%), disusul kanker leher rahim (11,78%).
Apakah Anda termasuk salah satu calon mangsanya?
Untuk mengetahuinya, ketahuilah faktor- faktor risiko mengembangkan kanker payudara berikut:penyakit-kanker-payudara

1. Umur
Risiko terkena kanker payudara meningkat seiring bertambahnya usia. Sebagian besar wanita penderita kanker payudara berusia 50 tahun ke atas. Jika Anda mengalami menopause terlambat (setelah umur 55),  risiko Anda lebih besar lagi. Secara umum, risiko mencapai puncaknya pada usia lebih dari 60 tahun.

2. Riwayat kanker payudara
Jika Anda pernah memiliki kanker di salah satu payudara, Anda berisiko lebih tinggi bahwa payudara lainnya juga akan terkena.

3. Riwayat keluarga dengan kanker payudara
Jika ibu, saudara perempuan, atau anak perempuan Anda memiliki kanker payudara (terutama sebelum usia 40), risiko Anda lebih tinggi. Risiko berlipat dua bila ada lebih dari satu anggota keluarga inti Anda yang terkena kanker payudara. Memiliki kerabat non-inti dengan kanker payudara (misalnya tante, nenek atau sepupu perempuan) juga meningkatkan risiko Anda.

4. Usia saat melahirkan anak pertama
Semakin tua Anda ketika memiliki anak pertama Anda, semakin besar risiko Anda terkena kanker payudara. Risiko juga meningkat jika Anda sudah berusia 30 tahun atau lebih dan belum pernah melahirkan anak.

5. Perubahan payudara
Perubahan payudara sering terjadi pada hampir semua wanita. Sebagian besar perubahan itu bukan kanker. Namun, beberapa perubahan mungkin adalah tanda-tanda kanker. Jika Anda memiliki perubahan jaringan payudara yang dikenal sebagai hiperplasia atipikal (sesuai hasil biopsi), Anda memiliki peningkatan risiko kanker payudara.

6. Usia saat menstruasi pertama
Jika Anda mulai menstruasi di usia dini (sebelum 12 tahun), Anda memiliki peningkatan risiko kanker payudara.

7. Terapi radiasi di dada
Jika Anda harus menjalani terapi radiasi di dada (termasuk payudara Anda) sebelum usia 30 tahun, Anda memiliki kenaikan risiko. Semakin muda Anda ketika menerima pengobatan radiasi, semakin tinggi risiko Anda terkena kanker payudara di kemudian hari.

8. Kepadatan tisu payudara
Penelitian telah menunjukkan bahwa wanita usia 45 tahun atau lebih yang memiliki minimal 75 persen jaringan padat pada mammogram memiliki peningkatan risiko mengembangkan kanker payudara. Para ilmuwan belum tahu mengapa demikian.

9. Penggunaan hormon estrogen dan progestin
Jika Anda mendapatkan terapi penggantian hormon estrogen saja atau estrogen plus progestin selama lima tahun atau lebih setelah menopause, Anda memiliki peningkatan risiko mengembangkan kanker payudara. Selain risiko kanker payudara, estrogen plus progestin  juga meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, demensia dan pembekuan darah.

10. Obesitas setelah menopause
Jika Anda mengalami obesitas setelah menopause, Anda berisiko 1,5 kali lebih besar untuk mengembangkan kanker payudara dibandingkan dengan wanita berberat badan normal.

11. Aktivitas fisik
Sebuah penelitian terbaru dari Women’s Health Initiative menemukan bahwa aktivitas fisik pada wanita menopause yang berjalan sekitar 30 menit per hari dikaitkan dengan penurunan 20 persen risiko kanker payudara. Namun, pengurangan risiko terbesar di antara wanita yang berberat badan normal. Dampak aktivitas fisik tidak ditemukan di kalangan wanita yang kelebihan berat badan atau obesitas. Namun, aktivitas fisik yang dikombinasi dengan diet dapat menurunkan berat badan sehingga pada akhirnya menurunkan juga risiko kanker payudara dan berbagai penyakit lain.
Selain kesebelas faktor di atas, merokok (pasif atau aktif) dan kebiasaan makan juga berdampak terhadap risiko mengembangkan kanker payudara.

 

Sumber: http://majalahkesehatan.com 

:: Incoming search terms for the article:
rumah sakit pengobatan kanker payudara disamarinda